Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya dengan limpahanrahmat, taufik dan hidayah-Nyalah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat sertasalam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan pengikut- pengikutnya hingga akhir zaman. Penyusunan makalah ini dibuat Penulis dalam rangka memenuhi tugas mata kuliahIlmu dakwah.Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini.Namun,Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi Penulis pada khususnya pembaca pada umumnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masyarakat merupakan sebuah komunitas yang tak dapat dipisahkan dari budaya.Budaya itu yang kemudian membedakan antar satu komunitas dengan komunitas yang lain.Budaya berpengaruh pula terhadap adat kebiasaan, pola pikir serta sikap setiap individuyang tergabung di dalamnya. Orang sunda berbeda dengan orang batak dari berbagai sisi,mulai bahasa, etika serta standar kepribadiannya. Begitu pula dengan etnis-etnis lain yangada di Indonesia bahkan di dunia.Di era Nabi Muhammad, masyarakat Arab kala itu tersusun atas klan-klan suku. NabiMuhammad terlahir dan besar di tengah suku yang terpandang di jazirah Arab kala itu, yakni Quraisy. Islam datang sebagai agama yang “menuntun” masyarakat Arab agar melaksanakan perintah Tuhan Allah, serta meninggalkan sesembahan nenek moyang mereka yaitu dewi-dewi banatullah Al-Latta, Al-Uzza dan Al-Mannat. Perjuangan Nabi ini tidak mudah sebabsetiap klan tidak menyetujui ajaran monotheisme yang diajarkan Nabi Muhammad. Dengan kegigihannya, Islam pun berkembang hingga saat ini.Islamisasi masyarakat Arab yang dilanjutkan dengan Islamisasi masyarakat dunia ini dapatdilakukan dengan suatu aktivitas bernama dakwah. Banyak hal-hal yang berkaitan dengandakwah dan akan diurai dalam makalah ini, terutama dari pengertian dan ruang lingkupnya
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan yang menjadi master of question dalam makalah ini adalah :
1. Apa itu dakwah dan hal-hal yang berkaitan dengannya?
2. Kenapa dakwah begitu diperlukan?
3. Di mana dan kapan saat yang tepat bagi seorang da’i itu
bedakwah?
4. Bagaimankah materi yang mampu menunjang efektivitas kegiatan dakwah??
BAB II
PEMBAHASANA.
PENGERTIAN DAKWAH
Dakwah menurut etimologi (bahasa) berasal dari kata bahasa Arab : da’a –byad’u – da’watan yang berarti mengajak, menyeru, dan memanggil*
1]. Di antara makna dakwahsecara bahasa adalah: An-Nida artinya memanggil; da’a filanun Ika fulanah, artinya si fulan mengundang fulanah Menyeru, ad-du’a ila syai’i, artinya menyeru dan mendorong pada sesuatu
Dalam dunia dakwah, rang yang berdakwah biasa disebut Da’i dan orang yang menerima
dakwah atau orang yang di
dakwahi disebut dengan Mad’u
Dalam pengertian istilah dakwah diartikan sebagai berikut:
1. Prof. Toha Yaahya Oemar menyatakan bahwa dakwah Islam sebagai upaya mengajakumat dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhanuntuk kemaslahatan di dunia dan akhirat.
2. Syaikh Ali Makhfudz, dalam kitabnya Hidayatul Mursyidin memberikan definisi dakwahsebagai berikut: dakwah Islam yaitu; mendorong manusia agar berbuat kebaikan danmengikuti petunjuk (hidayah), menyeru mereka berbuat kebaikan dan mencegah darikemungkaran, agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.
3. Hamzah Ya’qub mengatakan bahwa dakwah adalah mengajak umat manusia dengan hikmah (kebijaksanaan) untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
4. Menurut Prof Dr. Hamka dakwah adalah seruan panggilan untuk menganut suatupendirian yang ada dasarnya berkonotasi positif dengan substansi terletak pada aktivitas yang memerintahkan amar ma’ruf nahi mungkar.
5. Syaikh Muhammad Abduh mengatakan bahwa dakwah adalah menyeru kepada kebaikandan mencegah dari kemungkaran adalah fardlu yang diwajibkan kepada setiap muslim.
Dari beberapa definisi di atas secara singkat dapat disimpulkan bahwa dakwahmerupakan suatu aktivitas yang
dilakukan oleh informan (da’i) untuk menyampaikaninformasi kepada pendengar (mad’u) mengenai kebaikan dan mencegah keburukan. Aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan menyeru, mengajak atau kegiatan persuasiflainnya. Dakwah menjadikan perilaku Muslim dalam menjalankan Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin yang harus didakwahkan kepada seluruh manusia, yang dalam prosesnyamelibatkan unsur: da’i (subyek), maaddah (materi), thoriqoh (metode), wasilah (media), danmad’u (objek) dalam mencapai maqashid (t
ujuan) dakwah yang melekat dengan tujuanIslam yaitu mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.Islam sebagai agama merupakan penerus dari risalah-risalah yang dibawa nabi terdahulu,terutama agama-agama samawi seperti Yahudi dan Nasrani. Islam diturunkan karenaterjadinya distorsi ajaran agama, baik karena hilangnya sumber ajaran agama sebelumnyaataupun pengubahan yang dilakukan pengikutnya. Dalam agama Nasrani misalnya, hinggasaat ini belum ditemukan kitab suci yang asli.Karena dakwah merupakan aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar, dakwah tidak selalu berkisar pada permasalahan agama seperti pengajian atau kegiatan yang dianggap sebagaikegiatan keagamaan lainnya. Paling tidak ada tiga pola yang dapat dipahami mengenai dakwah.
a. Dakwah Kultural
Dakwah kultural adalah aktivitas dakwah yang mendekatkan pendekatan IslamKultural, yaitu: salah satu pendekatan yang berusaha meninjau kembali kaitan doktrinasiyang formal antara Islam dan negara. Dakwah kultural merupakan dakwah yang mendekati objek dakwah (mad’u) dengan memperhatikan aspek sosial budaya yang berlaku pada masyarakat. Seperti yang telah dilaksanakan para muballigh dahulu (yang dikenal sebagaiwalisongo) di mana mereka mengajarkan Islam menggunakan adat istiadat dan tradisi lokal. Pendekatan dakwah melalui kultural ini yang menyebabkan banyak masyarakat yangtertarik masuk Islam. Hingga kinibdakwah kultural ini masih dilestarikan oleh sebagian umatIslam di Indonesia.
b. Dakwah Politik
Dakwah politik adalah gerakan dakwah yang dilakukan dengan menggunakan kekuasaan(pemerintah); aktivis dakwah bergerak mendakwahkan ajaran Islam supaya Islam dapatdijadikan ideologi negara, atau paling tidak setiap kebijakan pemerintah atau negara selaludiwarnai dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga ajaran Islam melandasi kehidupan politikbangsa. Negara dipandang pula sebagai alat dakwah yang paling strategis.Dakwah politik disebut pula sebagai dakwah struktural. Kekuatan dakwah struktural inipada umumnya terletak pada doktrinasi yang dipropagandakannya. Beberapa kelompokIslam gigih memperjuangkan dakwah jenis ini menurut pemahamannya.
c. Dakwah Ekonomi
Dakwah ekonomi adalah aktivitas dakwah umat Islam yang berusahamengimplementasikan ajaran Islam yang berhubungan dengan proses-proses ekonomi gunapeningkatan kesejahteraan umat Islam. Dakwah ekonomi berusaha untuk mengajak umatIslam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraannya. Ajaran Islam dalam kategori ini antaralain; jual-beli, pesanan, zakat, infak dan lain sebagainya.
Makna “dakwah” juga berdekatan dengan konsep ta’lim, tadzkir, dan tashwir. Ta’lim
berarti mengajar, tujuannya menambah pengetahuan orang yang diajar, kegiatannyabersifat promotif yaitu meningkatkan pengetahuan, sedang objeknya adalah orang yangmasih kurang pengetahuannya. Tadzkir berarti mengingatkan dengan tujuan memperbaikidan mengingatkan pada orang yang lupa terhadap tugasnya sebagai serang muslim. Karenaitu kegiatan ini bersifat reparatif atau memperbaiki sikap, dan perilaku yang rusak akibatpengaruh lingkungan keluarga dan sosial budaya yang kurang baik, objeknya jelas merekayang sedang lupa akan tugas dan perannya sebagai muslim.
Tashwir berarti melukiskan sesuatu pada alam pikiran seorang, tujuannya membangkitkan pemahaman akan sesuatu melalui penggemaran atau penjelasan. Kegiatan ini bersifat propagatif, yaitu menanamkan ajaran agama kepada manusia, sehingga merekaterpengaruh untuk mengikutinya.
Dakwah yang diwajibkan tersebut berorientasi pada beberapa tujuan:1.
Membangun masyarakat Islam, sebagaimana para rasul Allah yang memulai dakwahnyadi kalangan masyarakat jahiliah. Mereka mengajak manusia untuk memeluk agama AllahSwt, menyampaikan wahyu-Nyan kepada kaumnya, dan memperingatkan mereka darisyirik.2.
Dakwah dengan melakukan perbaikan pada masyarakat Islam yang terkena musibah.Seperti penyimpangan dan berbagai kemungkaran, serta pengabaian masyarakattersebut terhadap segenap kewajiban.3.
Memelihara kelangsungan dakwah di kalangan masyarakat yang telah berpegang padakebenaran, melalui pengajaran secara terus-menerus, pengingatan, penyucian jiwa, danpendidikan.
B. LANDASAN DAKWAH
Dakwah merupakan kewajiban yang syar’i. Hal ini sebagaimana tercantum di dalam Al
-
Qur’an maupun As
-Sunnah.Beberapa Ayat Dakwah
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan
-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik danbantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebihmengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahuiorang-
orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. An
-Nahl [16]:125)
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang
-orang
yang beruntung.”
(Q.S. Ali Imran [3]: 104)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar